Cara Pembagian Daging Kurban

Salah satu hari raya Islam selain Idul Fitri yaitu Idul Adha dimana salah satu hal yang paling identik dengan hari raya yang satu ini yaitu penyembelihan hewan kurban. Akan tetapi sebelum proses penyembelihan hewan tersebut umat Islam harus melaksanakan shalat Id dimana ibadah tersebut bisa dilakukan baik di masjid ataupun tanah lapang.

Pengelolaan Daging Kurban Berbeda

Berbicara mengenai penyembelihan hewan kurban biasanya daging yang telah disembelih tadi langsung dibagikan kepada orang-orang. Namun di musim pandemi seperti saat ini pembagian hewan kurban mengalami sedikit perubahan. Dimana MUI atau kepanjangan dari Majelis Ulama Indonesia mengizinkan daging kurban untuk diawetkan dan juga dibagi dalam keadaan matang.

Cara Pengelolaan Daging Kurban

Pembagian dengan cara tersebut karena banyak penerima terdampak yang merasa kesulitan untuk bisa menerima daging kurban tersebut. Maka dari itu untuk kebaikan bersama daging kurban untuk tahun ini bisa dioleh dengan beragam jenis olahan seperti rendang, kornet dan juga cara pengolahan lain yang diawetkan. Kemudian daging hewan tadi juga bisa dibagikan ke daerah yang berada di luar lokasi untuk penyembelihan hewan. Untuk lebih jelasnya berikut ini beberapa cara pengelolaan daging tersebut menurut MUI di masa pandemi seperti saat ini.

  • Dibagikan Segera

Cara yang pertama yaitu langsung membagikan daging yang telah disembelih dimana cara ini merupakan cara paling umum dan juga selalu ada ketika perayaan Idul Adha. Dimana cara ini memang merupakan sebuah sunnah dimana daging yang telah disembelih harus langsung diberikan kepada penerimanya. Dimana diberikan segera manfaat dan juga kebahagiaan yang akan didapatkan setelah menikmati daging tersebut bisa dengan segera terealisasikan. Untuk daging kurban memang disunahkan dibagikan dalam keadaan daging mentah dan hal ini tentunya berbeda dengan aqiqah dan daging kurban tadi sebaiknya dibagikan kepada yang membutuhkan dan terletak di daerah yang dekat.

  • Diolah

Demi kemaslahatan bersama tentunya dicari bagaimana cara pembagian yang aman untuk semua maka salah satu caranya bisa dengan cara daging diolah dan juga diawetkan. Untuk daging yang diolah tadi bisa berupa kornet, rendang dan juga makanan lain sejenisnya. Dimana saat pendemi seperti sekarang banyak orang akan kesulitan menerima daging mentah karena nantinya harus memasak terlebih dahulu, jadi demi kebaikan bersama maka akan lebih baik jika daging tadi diberikan dalam bentuk yang sudah masak.

  • Diawetkan

Cara yang ketiga ini merupakan suatu pengelolaan yang dilakukan dalam kondisi tidak adanya suatu kebutuhan mendesak. Kemudian untuk kondisi lain seperti daging kurban yang diterima jumlahnya melimpah dimana cara tersebut diawetkan dan kemudian dibagikan nanti. Dimana proses pengawetan ini memiliki tujuan memaksimalkan manfaat dan juga memperluas cakupan wilayah yang akan menerima daging kurban. Jadi untuk pengelolaan dengan cara ini sangat penting untuk memperhatikan syarat yang sudah disebutkan diatas.

Jadi itulah beberapa cara pengelolaan daging kurban yang sedikit berbeda bila dibandingkan degan Idul Adha tahun lalu. Dimana perubahan cara ini karena COVID-19 yang merubah hal dalam hidup salah satunya pembagian daging kurban ini. Maka MUI selaku yang pihak mengatur hal tersebut mengeluarkan beberapa cara pengelolaan yang tentunya tidak sembarangan dibuat melainkan demi kebaikan semua orang.

Jika tidak mengeluarkan peraturan semacam itu dan daging tetap dibagikan secara mentah misalnya belum tentu penerima memiliki dana untuk mengolahnya. Mengingat di era pandemi seperti saat ini membuat banyak pihak merasa kesulitan dalam hal ekonomi.